July 16th, 2009

Di Balik Nikmatnya Es Teh Manis Jakarta

Setelah pengungkapan-pengungkapan peristiwa-peristiwa yang cukup mengagetkan seperti pemakaian boraks pada beberapa jajanan favorit dipinggir jalan, pemakaian formalin yang berlebihan, pemakaian deterjen pada ikan asin biar keliatan lebih bersih dan putih atau pemakaian pewarna pada ikan kakap putih biar menjadi kakap merah yang di pasaran lebih mahal.

Nah, berita kali ini mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di warung-warung seluruh Jakarta.

Es batu ini ternyata berasal dari air sungai Ciliwung yang kinclong banget warnanya itu!

Sungai Ciliwung

Sungai Ciliwung

Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih. Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem refrigerator.

Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di Jakarta (bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala terik menyengat. HANYA dengan alasan MURAH, OMG! 

Taukah kalian, setelah sebuah tim investigasi dari salah satu saluran TV di Indonesia mencoba mengambil sampel secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu mengandung bakteri E-COLI jauh diatas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan kata lain, es ini mengandung bakteri hampir setara dengan (maaf) kotoran manusia!

Nah… Masih mau jajan sembarangan??? Emang home made jauhhhhh lebih enak dan Sehat!!!!

1 person likes this post.
  • Share/Bookmark

Hot Topics . Life in General